
Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat dikenal dengan kekayaan budaya yang masih hidup di tengah arus modernisasi. Di berbagai sudut kota, kita bisa melihat bagaimana tradisi dan modernitas berjalan berdampingan dengan harmonis.
Generasi muda Ketapang kini aktif melestarikan budaya lokal, seperti tari zapin, anyaman rotan, dan festival adat Dayak, namun mereka juga memanfaatkannya dalam bentuk yang lebih modern — misalnya, menampilkan tarian tradisional di media sosial atau menjual produk kerajinan lewat platform digital.
Melalui langkah-langkah kecil ini, warga Ketapang membuktikan bahwa menjaga warisan leluhur tidak berarti menolak kemajuan — justru menjadi cara untuk memperkuat identitas di tengah dunia yang terus berubah.