
Setiap pagi, sebelum matahari naik sepenuhnya di ufuk timur Pulau Pelapis, suara ombak yang pelan menghantam perahu nelayan menjadi latar keseharian Claudia Renanda. Dari rumah sederhana di tepi pantai, gadis itu menatap laut luas yang seolah menjadi pengingat: dunia di luar sana begitu besar, tapi bukan berarti tak bisa dijangkau.
Claudia tumbuh di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara — sebuah pulau yang indah namun jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Bagi banyak anak muda di sana, melanjutkan kuliah sering kali terasa seperti mimpi yang terlalu tinggi. Tapi Claudia memilih untuk percaya bahwa setiap langkah kecil bisa menjadi awal dari perubahan besar.
Jalan itu datang lewat program beasiswa S1 dari PT Dharma Inti Bersama (DIB). Berkat bantuan tersebut, Claudia kini menempuh pendidikan di Universitas OSO, jurusan Biologi. Ia memang sempat bercita-cita menjadi guru, namun kini ia menemukan semangat baru di dunia sains — bidang yang mengajarkannya bagaimana memahami kehidupan dari hal-hal paling kecil yang sering terlewat.
“Saya sangat bersyukur atas beasiswa ini. Karena bantuan dari PT DIB, saya bisa melanjutkan kuliah tanpa khawatir biaya. Harapannya saya bisa berkembang dan membawa manfaat bagi banyak orang,” ujarnya dengan senyum hangat.
Program beasiswa dari PT DIB ini diberikan kepada 15 mahasiswa asal Desa Pelapis. Bantuan tersebut mencakup biaya kuliah setiap semester dan biaya kos tahunan selama delapan semester. Bukan hanya angka atau program CSR semata — inilah beasiswa pertama di Desa Pelapis, tonggak baru bagi anak-anak muda yang selama ini mungkin merasa pendidikan tinggi bukan milik mereka.
Bagi PT. DIB, pendidikan adalah salah satu investasi terbaik untuk membangun daerah. Melalui program beasiswa ini, perusahaan berupaya membuka kesempatan bagi anak-anak muda Desa Pelapis agar dapat menempuh pendidikan tinggi, berkembang, dan kelak berkontribusi bagi kemajuan desanya sendiri.
Kini, di sela-sela kesibukan kuliahnya, Claudia masih sering menelpon orang tuanya di Pelapis. Suara ombak masih sama, tapi hidupnya sudah mulai berubah arah. Dari sebuah pulau kecil yang dulu mungkin tak banyak dikenal orang, Claudia kini melangkah perlahan menuju dunia yang lebih luas — membawa harapan, ilmu, dan tekad untuk membuktikan bahwa anak dari pulau terpencil pun bisa punya mimpi besar.