
Pandemi COVID-19 sempat membuat banyak pelaku usaha kecil di Ketapang terhenti. Warung tutup, pelanggan berkurang, dan bahan baku sulit didapat. Namun, setelah masa sulit itu berlalu, kini usaha kuliner lokal kembali menggeliat — bahkan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Masyarakat kini lebih bangga dan tertarik menikmati makanan khas daerah sendiri. Di Ketapang, menu tradisional seperti Ketupat Colet, Ale-ale Tumis, Mi Sagu, dan Bakmi Kepiting semakin dikenal. Rasanya yang unik dan bahan-bahan lokal membuat kuliner ini digemari, baik oleh warga maupun wisatawan.
Banyak pelaku usaha juga mulai menampilkan cita rasa khas Ketapang dalam kemasan modern. Tidak hanya sekadar menjual makanan, tapi juga menghadirkan cerita dan pengalaman yang membangkitkan kenangan akan kekayaan kuliner daerah.
Salah satu contoh nyata kebangkitan usaha lokal adalah Rumah Makan Djadoel Obic di Kecamatan Benua Kayong. Dengan konsep “tempo dulu”, rumah makan ini menyajikan menu khas Ketapang dalam suasana bernuansa tradisional.
Usaha ini mendapat perhatian karena berhasil mengangkat kembali cita rasa khas daerah. Banyak pengunjung datang untuk menikmati makanan sambil mengenang suasana masa lalu. Kehadiran RM Djadoel Obic juga mendorong munculnya lebih banyak pelaku usaha kuliner yang percaya diri mengusung menu khas lokal.
Selain restoran, kawasan Taman Merdeka kini juga ramai menjadi tempat favorit masyarakat untuk menikmati makanan dan jajanan lokal. Dari sore hingga malam hari, area ini dipenuhi pedagang dan pengunjung yang menikmati suasana kuliner terbuka.
Inisiatif ini tidak hanya menumbuhkan ekonomi warga, tetapi juga memperkuat identitas Ketapang sebagai kota dengan cita rasa khas Kalimantan Barat.
Pelaku usaha di Ketapang kini semakin kreatif. Banyak yang memanfaatkan media sosial untuk promosi, memotret menu menarik, dan menjual lewat layanan pesan-antar. Cara ini membantu mereka menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa harus bergantung pada kunjungan langsung.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan semangat masyarakat, sektor kuliner lokal terus berkembang. Dari warung kecil hingga restoran modern, semuanya berperan dalam membangkitkan kembali ekonomi Ketapang pasca-pandemi.
Kebangkitan kuliner Ketapang bukan hanya soal makanan, tetapi tentang semangat untuk bangkit bersama. Setiap piring Ketupat Colet, setiap aroma Ale-ale Tumis, adalah bukti bahwa usaha lokal bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Dengan kekayaan rasa dan semangat wirausaha yang terus tumbuh, Ketapang siap menjadi salah satu destinasi kuliner unggulan di Kalimantan Barat.