
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan pentingnya pemerataan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan generasi unggul di Kabupaten Ketapang. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri acara Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Ketapang untuk periode 2025–2030 pada Senin siang.
Saat ini, Ketapang memiliki lebih dari 300 lembaga PAUD. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 merupakan PAUD negeri, sementara sisanya dikelola oleh pihak swasta dan yayasan. Meski demikian, Bupati menyoroti bahwa masih terdapat 10 desa yang belum memiliki layanan PAUD, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius.
Bupati mendorong kolaborasi berbagai pihak — mulai dari pemerintah desa, kecamatan, sektor swasta hingga yayasan peduli pendidikan — untuk mendirikan PAUD di desa-desa yang belum terlayani. Ia menilai keterlibatan bersama menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan usia dini.
Selain itu, Bupati Alexander juga meminta agar pengurusan bantuan pendidikan, termasuk untuk mahasiswa penerima beasiswa, dibuat sederhana agar tidak menyulitkan masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena kendala biaya.
Ia juga mengajak para kepala desa, camat, dan tenaga pendidik untuk lebih proaktif memastikan setiap anak di usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.