
Pontianak – Petinju muda asal Kabupaten Ketapang, Cristian Omang More, mencuri perhatian di panggung nasional. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Simpang Dua itu sukses merebut sabuk juara ajang BySon usai menang Technical Knockout (TKO) atas petinju tuan rumah, Arasya, di Gedung Mantra PIK 2, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026) malam.
Sejak bel ronde pertama dibunyikan, Cris tampil agresif. Petinju berusia 17 tahun tersebut langsung menekan lawannya dengan kombinasi pukulan cepat dan bertenaga. Dominasi itu berbuah hasil pada menit ketiga, ketika serangkaian pukulan telak ke arah rusuk dan kepala Arasya membuat petinju asal DKI Jakarta itu terjatuh dan tidak mampu melanjutkan pertandingan. Wasit pun menghentikan laga dan menyatakan Cris menang TKO di ronde pertama.
Prestasi Sasana Binaan Damianus Yordan
Kemenangan ini menambah deretan prestasi sasana tinju yang dibina pelatih Damianus Yordan. Sebelumnya, petinju satu sasana lainnya, Brendisi Ballo, juga mencatat kemenangan dalam ajang Jakarta Boxing League 2026 pada akhir Mei lalu. Rangkaian hasil positif ini menunjukkan pembinaan atlet muda tinju di Kalimantan Barat, khususnya di Ketapang dan sekitarnya, berjalan semakin serius.
Damianus menilai kemenangan Cris baru langkah awal. Menurutnya, anak asuhnya tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang jika mampu menjaga disiplin dan konsistensi latihan.
“Cris harus mencontoh disiplin Boxing Senator jika ingin meraih prestasi lebih tinggi. Saya yakin melalui pembinaan yang tepat, Cris dan petinju muda lainnya bisa mengharumkan nama Kalbar dan Indonesia,” ujar Dami.
Perjuangan Anak Yatim Piatu yang Tangguh
Di balik kemenangan meyakinkan di atas ring, Cris menyimpan kisah hidup yang tidak mudah. Kehadiran petinju dunia asal Kalimantan Barat, Daud Yordan, di sisi ring menjadi motivasi tersendiri baginya untuk tampil maksimal.
“Saya sangat termotivasi malam ini karena Om Daud Yordan menyaksikan langsung pertandingan saya. Saya bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Om Daud, Om Dami, serta keluarga besar yang telah mendukung saya hingga bisa berada di titik ini. Saya anak yatim piatu, sejak usia tiga tahun sudah kehilangan kedua orang tua,” kata Cris dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Sejak sekolah dasar, Cris sudah ditempa disiplin latihan melalui Daud Boxing Club Kayong Utara dan Matan Boxing Club Ketapang. Kini, ia memasang target untuk bisa membela Kalimantan Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Rencana Event Tinju di Kalimantan Barat
Penampilan impresif Cris juga mendapat apresiasi dari promotor BySon, Sonny. Ia melihat potensi besar tinju Kalimantan Barat dan membuka peluang berkolaborasi dengan Daud Yordan untuk menggelar event tinju di daerah.
“Istri saya orang Singkawang. Karena itu kami ingin menghadirkan event tinju di Singkawang. Harapannya, olahraga tinju bisa menjadi wadah positif bagi anak-anak muda sekaligus membantu menekan kenakalan remaja,” ujarnya.
Bagi dunia tinju Kalimantan Barat, kemenangan Cris Omang bukan hanya penanda lahirnya talenta baru dari Ketapang, tetapi juga sinyal bahwa pembinaan atlet muda di daerah kian diperhitungkan di tingkat nasional.
Baca juga:
Petinju Muda Ketapang Sabet Emas di Jakarta Boxing League 2026