
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengerahkan tiga pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mempercepat potensi hujan sekaligus membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Dua dari tiga pesawat tersebut ditempatkan di Kabupaten Ketapang. Sementara satu pesawat lainnya disiagakan di Pontianak untuk mendukung pelaksanaan OMC di wilayah Kalimantan Barat.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan operasi dilakukan melalui penyemaian awan menggunakan bahan semai berupa garam. Upaya itu diarahkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di lokasi yang membutuhkan, terutama kawasan yang terdampak karhutla.
“Pemprov dalam hal ini mendapatkan OMC, pesawat untuk semai hujan pakai garam. Ada tiga pesawat, dua kita serahkan ke Ketapang, satu untuk siaga di Pontianak,” kata Ria Norsan di Pontianak, Selasa, 18 Agustus 2026.
Penempatan dua pesawat di Ketapang dilakukan untuk memperkuat penanganan karhutla. Sebelumnya, Ketapang juga tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Kalimantan Barat, dengan 390 hotspot yang terdeteksi pada 14 Agustus 2026.
Menurut Norsan, kondisi karhutla di Ketapang mulai menunjukkan perbaikan berdasarkan pemantauan cuaca. Meski begitu, ia meminta seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan upaya pencegahan agar tidak muncul titik api baru.
Pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan OMC hingga hujan alami turun lebih merata di Kalimantan Barat. Norsan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memohon hujan melalui pelaksanaan salat istisqa pada Jumat mendatang.
Selain operasi udara, penanganan karhutla tetap melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri dalam pemadaman di lokasi terdampak. Pemerintah menegaskan bahwa aturan terkait larangan pembakaran hutan dan lahan tetap berlaku.
Baca juga:
Patih Jaga Pati Cup 2026 Ditutup Meriah, Bupati Alex: Tradisi Leluhur Harus Terus Hidup