
Menghadapi musim kemarau yang membawa risiko kebakaran hutan dan lahan, Sinar Mas Agribusiness and Food memperkuat sistem pencegahan karhutla di wilayah operasionalnya di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Berbeda dari pendekatan konvensional, perusahaan memilih strategi deteksi dini yang lebih agresif — tidak menunggu kebakaran terjadi sebelum bertindak.
Teknologi Drone untuk Deteksi Lebih Cepat
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemanfaatan drone untuk memantau kondisi wilayah perkebunan dan mengidentifikasi potensi titik panas lebih awal. Teknologi ini diperkenalkan dalam apel siaga karhutla pada Juni 2026 yang diikuti sekitar 250 peserta dari unsur perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Kalbar, Bonny Wijaya, menegaskan pencegahan adalah prioritas utama perusahaan.
“Pencegahan karhutla harus menjadi prioritas bersama. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kebakaran baru melakukan penanganan,” ujar Bonny.
Selain drone, patroli bersama TNI-Polri juga rutin dilakukan untuk mengecek kesiapan fasilitas pengendalian karhutla seperti Menara Pantau Api, embung, dan sumber air darurat di wilayah Kecamatan Marau, Jelai Hulu, Manis Mata, dan Nanga Tayap.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Langkah Sinar Mas mendapat dukungan penuh dari Muspika di wilayah operasional perusahaan. Camat Nanga Tayap Yuvinsius Seliman menegaskan kolaborasi seluruh pihak adalah keharusan.
“Pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun perusahaan, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Senada dengan itu, para Kapolsek dan Camat di wilayah operasional turut mengapresiasi sosialisasi dan patroli bersama yang dinilai menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga wilayah Ketapang dari ancaman karhutla.
Melalui kombinasi teknologi, patroli intensif, dan edukasi masyarakat, Sinar Mas berharap potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini — menjaga lingkungan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di sekitar wilayah perkebunan Ketapang.
Baca juga:
Pemprov Kalbar Kerahkan Tiga Pesawat OMC, Dua Difokuskan Tangani Karhutla Ketapang