
Suara ombak dan aroma laut adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Pelapis, Kayong Utara. Di sini, laut menjadi sumber kehidupan utama — tempat harapan berlabuh, sekaligus ujian ketika musim berganti. Saat angin barat membawa ikan teri, perahu-perahu nelayan kembali penuh hasil tangkapan. Namun ketika laut sepi, mereka harus mencari cara lain untuk tetap bertahan.
Kondisi inilah yang mendorong hadirnya inisiatif pendampingan dari PT DIB. Melalui program pemberdayaan pesisir, perusahaan membantu masyarakat Desa Pelapis untuk tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut. Empat unit kolam budidaya kini berdiri di tiga dusun — Kelawar, Jaya, dan Raya — sebagai langkah awal membangun kemandirian ekonomi di daratan.
Sebanyak 38 nelayan telah mengikuti pelatihan budidaya aquaponik, sebuah sistem terpadu yang menggabungkan pemeliharaan ikan air tawar dengan penanaman tanaman. Dalam pelatihan tersebut, para peserta belajar tentang manajemen pakan, pengendalian kualitas air, hingga cara menjaga keseimbangan ekosistem kolam agar produktif dan berkelanjutan.
Awalnya, sebagian nelayan masih ragu untuk beralih dari rutinitas melaut. Namun, setelah melihat hasil dan peluang pendapatan tambahan dari budidaya ikan, banyak yang mulai percaya bahwa diversifikasi usaha bukan berarti meninggalkan laut, melainkan memperluas harapan.
Tak hanya itu, program ini juga melibatkan istri-istri nelayan dalam pelatihan pengolahan hasil perikanan. Mereka kini mampu membuat produk seperti bakso dan nugget ikan yang bernilai jual, memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga, terutama di luar musim tangkap.
External Relation Manager PT DIB, Seno Ario Wibowo, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar. “Kami ingin masyarakat pesisir tetap sejahtera, bahkan saat hasil laut tidak menentu. Semangat mereka untuk beradaptasi adalah inspirasi bagi kami,” ujarnya.
Selama Agustus hingga September 2025, program ini telah melibatkan lebih dari 250 warga pesisir melalui pelatihan alat tangkap ramah lingkungan, budidaya, dan pengolahan hasil perikanan.
Kini, Desa Pelapis mulai menapaki jalan baru menuju kemandirian ekonomi. Di sela riuh anak-anak bermain di tepi kolam dan nelayan yang memeriksa hasil panen ikan, tumbuh rasa percaya diri bahwa kesejahteraan bisa datang bukan hanya dari laut, tetapi juga dari kemauan untuk belajar dan beradaptasi.