
KETAPANGBIZ.COM, KETAPANG — Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya untuk meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dianggap penting agar perkembangan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi menyentuh hingga ke pelosok.
Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyampaikan bahwa upaya ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2025 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta.
Menurut Jamhuri, masih banyak warga di Ketapang yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal. Melalui TPAKD, Pemkab ingin memperkuat literasi serta inklusi keuangan agar masyarakat bisa lebih produktif dan memiliki kemandirian ekonomi.
Fokus-Fokus Strategis
Beberapa hal strategis yang diangkat dalam upaya memperluas akses keuangan di Ketapang antara lain:
- Peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat memahami manfaat dan cara menggunakan layanan keuangan formal seperti tabungan, kredit usaha, pembiayaan mikro, dan layanan digital.
- Perkuatan sektor UMKM supaya bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama di wilayah pedesaan yang masih kurang tersentuh.
- Sinergi antara Pemkab, lembaga keuangan, dan pelaku usaha agar layanan keuangan bisa lebih mudah diakses, cepat, dan aman.
Harapan dan Tujuan
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Ketapang berharap agar:
- UMKM di Ketapang tumbuh lebih optimal — baik dari segi kapasitas usaha, modal, maupun jaringan pasar.
- Kesejahteraan masyarakat meningkat melalui pemerataan ekonomi antarwilayah, bukan hanya daerah pusat saja.
- Ketahanan ekonomi daerah diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan global — seperti fluktuasi harga, krisis ekonomi, dan perkembangan teknologi finansial (fintech).