
Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus meningkat dan mendorong kebutuhan aluminium sebagai material utama kendaraan. Dalam beberapa dekade ke depan, konsumsi aluminium nasional diperkirakan melonjak hingga enam kali lipat, seiring dengan meningkatnya penggunaan material ringan untuk mendukung efisiensi energi dan performa mobil listrik.
PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), sebagai produsen aluminium terbesar di Indonesia dan bagian dari MIND ID, menjadi pemain kunci dalam memenuhi lonjakan permintaan ini. INALUM telah menyiapkan strategi ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi dari sekitar 275.000 ton per tahun menjadi sekitar 900.000 ton per tahun pada 2029.
Untuk memperkuat rantai pasok, INALUM juga terlibat dalam pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini bertujuan mengolah bauksit menjadi alumina di dalam negeri, sehingga mendukung produksi aluminium secara lebih terintegrasi dan mengurangi ketergantungan impor.
Dengan langkah hilirisasi dan penambahan kapasitas ini, INALUM diposisikan sebagai bagian penting dalam perkembangan industri kendaraan listrik dan energi terbarukan, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok aluminium global.