
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa proyek pengembangan industri genteng yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang mendorong penggunaan genteng berbahan tanah liat sebagai pengganti atap seng. Selain untuk memperkuat industri dalam negeri, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas visual permukiman di berbagai daerah.
Menurut Airlangga, penggunaan genteng dinilai lebih estetis dan ramah lingkungan dibandingkan atap seng yang mudah berkarat. Ia menilai tampilan bangunan yang lebih rapi dan menarik dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan citra kawasan.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini juga akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu mitra pengembangan industri genteng di tingkat lokal. Pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan bahan alternatif seperti fly ash atau abu sisa pembakaran batu bara sebagai material campuran dalam produksi genteng.
Airlangga menegaskan bahwa kebutuhan anggaran untuk proyek tersebut telah diperhitungkan dan pemerintah memiliki kemampuan fiskal untuk membiayainya melalui APBN.
Presiden Prabowo sendiri sebelumnya menyatakan bahwa penggunaan genteng tidak membutuhkan biaya besar dan dapat menjadi langkah sederhana namun berdampak luas dalam memperbaiki kualitas hunian masyarakat di Indonesia.