
PT BGA Group melalui program CSR Berdaya Pendidikan memberikan beasiswa kuliah Strata 1 kepada 13 guru non-ASN yang mengabdi di wilayah perdesaan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada tahun ajaran 2026/2027. Penyerahan beasiswa kepada lima guru dari Region Sungai Rasau dilaksanakan secara simbolis di Kantor Wilayah PT KBAS Region 7B, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Sabtu (17/10/2026).
Investasi Sosial Jangka Panjang
CSR Department Head BGA, Rizki Munadhil, menegaskan bahwa pendidikan guru merupakan investasi sosial yang manfaatnya jauh melampaui individu penerima beasiswa.
“Ketika kita menyekolahkan satu orang guru, kita turut berinvestasi pada masa depan ratusan anak. Jika seorang guru mengajar 20 anak setiap tahun selama 25 tahun, maka ada sekitar 500 anak yang berpotensi merasakan manfaat dari pengabdiannya,” ujar Rizki.
Sebanyak 13 guru non-ASN terpilih setelah melalui proses asesmen dan menyatakan komitmen mengikuti perkuliahan. Mereka akan menempuh pendidikan S-1 bidang pendidikan untuk meningkatkan kompetensi dalam mendidik siswa. BGA bersama tim CSR dan yayasan juga akan memantau keaktifan kuliah dan IPK penerima setiap semester.
Syukur dari Guru dan Kepala Desa
Salah satu penerima beasiswa, Gestia, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan BGA setelah enam tahun mengabdi sebagai guru.
“Dengan kesempatan ini, saya akan berusaha belajar sebaik-baiknya dan terus mendidik anak-anak dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Kepala Desa Rangkung, M. Yani, turut menyampaikan apresiasi dan berharap para guru penerima beasiswa dapat meningkatkan kualitas dan kompetensinya sehingga anak-anak di desanya mendapatkan pendidikan yang semakin baik.
Melalui program Berdaya Pendidikan, BGA berharap semakin banyak tenaga pendidik di wilayah perdesaan memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi demi membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.
Baca juga:
BGA Group Gelar Bina Desa di Kendawangan Ketapang, Hadirkan Sembilan Program Sosial untuk Masyarakat