
Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Ketapang, Repalianto, dalam kegiatan supervisi dan konferensi kasus bersama Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) Ketapang Batch 1.
Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar
Repalianto menegaskan bahwa upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman merupakan bagian penting dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di Ketapang.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan,” ungkap Repal.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan pendampingan yang dilakukan dalam upaya perlindungan anak melalui sektor pendidikan.
Supervisi sebagai Ruang Berbagi Solusi
Menurut Repal, kegiatan supervisi dan konferensi kasus ini menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman, berbagi pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengatasi berbagai persoalan pendidikan di daerah,” ujarnya.
Ia juga berharap hasil kegiatan ini tidak berhenti di sekolah-sekolah yang menjadi peserta, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kepada sekolah-sekolah lain di Kabupaten Ketapang.
Tidak Boleh Ada yang Ditinggalkan
Repal menekankan pentingnya komitmen, kerja sama, dan keterlibatan seluruh pihak: pemerintah daerah, tenaga pendidik, hingga para pemangku kepentingan terkait, agar program BSAN dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak.
“Prinsipnya, kita tidak boleh meninggalkan siapa pun. Kita harus bergerak bersama agar upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan sekolah yang aman serta nyaman bagi anak dapat terwujud,” pesannya.
Baca juga:
Beranda Imigrasi Resmi Hadir di MPP Ketapang, Warga Bisa Urus Paspor Lebih Dekat