
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, mengunjungi Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kamis, 22 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menyapa sekaligus mendengar langsung pengalaman dan kebutuhan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kuala Tolak — para relawan yang selama ini berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan secara sukarela.
“Saya ingin mendengar langsung pengalaman, kesulitan dan kebutuhan teman-teman MPA yang selama ini secara sukarela ikut berjibaku memadamkan karhutla,” ujar Raja Juli di hadapan para relawan, Jumat, 23 Oktober 2026.
Kebutuhan Lapangan Jadi Perhatian
Dari kunjungan tersebut, Menhut mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu segera ditangani. Di antaranya adalah peralatan pemadam kebakaran serta penyediaan sumber air melalui sumur bor dan embung, terutama di desa-desa yang sulit dijangkau.
“Bersama pemerintah daerah, kami akan mengupayakan dukungan tersebut, termasuk kemungkinan melibatkan teman-teman MPA dalam skema BKO penanganan karhutla,” ungkap Raja Juli.
Apresiasi untuk Para Relawan
Raja Juli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan MPA Ketapang atas dedikasi mereka selama musim karhutla. Menurutnya, kehadiran dan kerja keras para relawan di lapangan memiliki arti besar bagi masyarakat dan kelestarian hutan.
“Di tengah situasi yang berat ini, kehadiran dan kerja keras teman-teman MPA sangat berarti bagi masyarakat dan hutan yang kita jaga bersama,” pungkasnya.