
Kompleks Rumah Singgah Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, dipenuhi suasana khidmat dalam peringatan Maulidur Rasul Muhammad SAW yang diinisiasi Pondok Pesantren Hidayaturrahman Kampus 2. Hadir dalam kegiatan ini berbagai elemen masyarakat, kepala perangkat daerah, jajaran Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Muara Pawan, serta jamaah dari Desa Kalinilam, Desa Sukaharja, dan sekitarnya.
Nilai Lita’arafu di Tengah Keberagaman
Penceramah terkemuka asal Pontianak, Al-Habib Muhammad Syafei Syahab, mengajak seluruh jamaah meneladani keluhuran akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat — terutama di tengah keberagaman.
Sejalan dengan pesan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengingatkan pentingnya nilai lita’arafu — saling mengenal dan memahami di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan adat istiadat.
“Inilah esensi dari lita’arafu — saling mengenal, saling memahami, dan saling menyayangi di tengah keberagaman suku bangsa dan adat istiadat, tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Perbedaan seharusnya mendekatkan kita, bukan menjadi alasan untuk bertikai,” ujar Alex.
Bupati untuk Seluruh Masyarakat Ketapang
Bupati Alexander juga menegaskan komitmennya sebagai pemimpin bagi seluruh masyarakat Ketapang tanpa memandang perbedaan suku, agama, kelompok, maupun golongan. Menurutnya, pemerintah daerah harus hadir untuk semua — mendengarkan aspirasi masyarakat, menghormati perbedaan, dan memastikan setiap warga memiliki kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan.
“Ketapang adalah rumah besar kita semua. Rumah besar yang harus kita jaga bersama, kita rawat dengan penuh kepedulian, dan kita bangun dengan semangat persatuan serta gotong royong,” pungkasnya.
Baca juga:
Bupati Alex Hadiri HUT ke-16 Kelenteng Khong Zi, Tegaskan Keberagaman Kekuatan Ketapang