
Jakarta — Sejumlah peristiwa penting menjadi perhatian publik pada Selasa (27/1), mulai dari penyaluran bantuan sosial pemerintah hingga kondisi pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyiapkan anggaran sekitar Rp1,8 triliun untuk bantuan sosial reguler berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya pemulihan bagi warga yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
Di Jawa Barat, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah berhasil mengidentifikasi 30 jenazah korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Proses identifikasi dilakukan untuk memastikan data korban dan memudahkan penyerahan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menegaskan bahwa jumlah pendamping desa di wilayah terdampak bencana tidak akan dikurangi. Langkah ini diambil agar proses pendampingan masyarakat serta pemulihan desa tetap berjalan optimal.
Dari sektor pendidikan, ratusan siswa SMA Negeri 1 Tukka di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, harus menjalani kegiatan belajar mengajar di tenda darurat dan melalui pembelajaran jarak jauh. Kondisi ini terjadi karena ruang kelas sekolah digunakan sebagai tempat pengungsian bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Selain itu, di Aceh Barat, 13 personel Mandala Agni dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Tim ini diturunkan guna mempercepat pengendalian titik api yang masih muncul di sejumlah lokasi.