
Puluhan orang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang menjalani operasi bibir sumbing dan celah langit-langit gratis di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Kegiatan kemanusiaan ini terselenggara berkat kolaborasi RSUD dengan berbagai pihak, diantaranya Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) Bandung, Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, dan Smile Train Indonesia serta didukung oleh sejumlah pihak.
Direktur RSUD dr Agoesdjam Ketapang, Basaria Rajagukguk, mengatakan bahwa para pasien berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang dan terdapat pula pasien dari Kabupaten Kayong Utara, termasuk wilayah Kepulauan Karimata. Kegiatan yang berlangsung 13 sampai 15 Februari 2026 ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata untuk seluruh masyarakat. “Dengan jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 27 orang, namun peserta yang sesuai indikasi medis adalah sebanyak 25 orang. Peserta ini berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang, terjauh dari Manis Mata, Air Upas, dan Sandai, sedangkan yang terdekat dari dalam kota Ketapang, jelas Basaria.
Basaria berharap kegiatan bakti sosial ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi semua untuk senantiasa menebarkan kepedulian, kasih sayang, dan semangat gotong royong demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ketapang. Basaria menegaskan, sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, RSUD dr Agoesdjam berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, program operasi celah bibir dan langit-langit tidak sekadar tindakan medis, melainkan juga misi kemanusiaan. Operasi ini diharapkan mampu mengembalikan rasa percaya diri anak-anak serta membuka peluang masa depan yang lebih baik. “Rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan rutin, tetapi juga harus hadir dalam sisi sosial dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama dengan YPPCBL Bandung dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Dukungan pemerintah daerah juga diharapkan dapat membuat kegiatan bakti sosial ini bisa digelar rutin setiap tahun.
Sekda Ketapang, Repalianto, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. “Terima kasih atas kerja sama dan kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Ketapang,” ungkap Repal. “Kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga segala ikhtiar yang dilakukan mendapat rida Tuhan Yang Maha Esa dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” lanjutnya.
PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), turut terlibat dalam kegiatan ini. PT DIB menitipkan 25 paket sembako untuk pasien operasi celah bibir dan langit-langit yang telah mendapatkan tindakan medis sebelumnya. Paket sembako diserahkan secara simbolis oleh Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang kepada Perwakilan Keluarga Pasien di Ruang Poli Gigi dan disaksikan oleh drg. Rihy Pattipeilohy, M.Kes dan drg. Yuli Indrawati, Sp.B.M., pada Senin, 23 Februari 2026.