
PT Nova Anugerah Abadi (NAA) mengerahkan satu unit helikopter untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang. Helikopter tiba di Ketapang pada 14 September 2026 dan disiagakan untuk operasi pemadaman hingga 22 September 2026.
Bell 206 JetRanger dengan Bambi Bucket 400 Liter
Koordinator PR-NAA, Nikolaus Ridiono, menjelaskan bahwa helikopter Bell 206 JetRanger dari maskapai FLYWE menggunakan Bambi Bucket dengan kapasitas 400 liter. Air untuk water bombing diambil dari Kuala 9 Aliran Sungai Pawan, kemudian dibawa ke titik kebakaran sesuai koordinat yang diberikan tim di lapangan.
Operasi ini didukung enam personel yang terdiri dari dua pilot, dua teknisi, dan dua personel dari pihak maskapai. Dalam sekali operasional selama sekitar 1,5 jam, helikopter mengonsumsi sekitar 300 liter avtur.
42 Kali Water Bombing di Tiga Lokasi
Pada 15-18 September 2026, pemadaman dari udara dilakukan di dua lokasi — area plasma dalam IUP PT AER di Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong, dan kawasan Kafe Merah, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Pada 19 September, helikopter juga dikerahkan ke wilayah anak perusahaan PT Arrtu Plantation di Kecamatan Tumbang Titi.
“Selain di area plasma, pemadaman melalui water bombing juga kami fokuskan ke kawasan sekitar konsesi,” ujar Nikolaus.
Hingga 18 September, tercatat 42 kali water bombing telah dilakukan dengan total waktu operasi 4,2 jam. PT NAA berkoordinasi dengan BNPB untuk menentukan lokasi sasaran agar pemadaman dari udara dapat menyesuaikan penanganan yang berlangsung di lapangan. Helikopter kini bersiaga di Bandara Rahadi Oesman Ketapang.
Baca juga:
Laskar Jagadilaga Ketapang Salurkan Air Bersih ke Warga Muliakerta di Tengah Kemarau