
Helikopter Chinook CH-47 milik Jepang akhirnya melakukan water bombing perdana di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, setelah dua hari tidak dapat beroperasi akibat jarak pandang yang terbatas karena kabut asap. Satu unit Chinook melaksanakan satu sortie dengan tiga run pemadaman di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan.
Dua Unit Masih Standby di Kijing
Liaison Officer Chinook CH-47 Jepang, Kapten Pnb Dhimas Jati, menjelaskan bahwa dari tiga Chinook yang beroperasi di Kalbar, satu unit sudah berhasil melakukan water bombing di Ketapang. Sementara dua unit lainnya yang berada di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, belum dapat beroperasi karena visibilitas masih terbatas.
“Satu heli belum bisa terbang karena faktor visibility yang masih terbatas dan hanya melakukan ground run atau ground check. Satu heli lainnya masih standby sambil menunggu arahan,” ujar Dhimas.
Operasi Dilanjutkan Kamis 24 September
Berdasarkan hasil briefing tim terpadu, tiga Chinook direncanakan kembali beroperasi Kamis (24/9). Satu unit di Ketapang akan fokus di Desa Pagar Mentimun dan Kecamatan Kendawangan dengan dua sortie water bombing, sementara dua unit di Kijing diarahkan ke lokasi terdekat apabila kondisi jarak pandang memungkinkan.
Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang atas dukungan misi kemanusiaan selama hampir dua minggu. Ketapang menjadi salah satu prioritas penanganan karena mengalami kekeringan ekstrem yang memicu meluasnya titik api di berbagai wilayah.
Baca juga:
PT NAA Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Karhutla di Ketapang