
Sekretaris Daerah Ketapang, Repalianto, menghadiri penutupan program Penguatan Pengelolaan Gambut Berbasis Masyarakat di Indonesia yang digelar di salah satu hotel di Ketapang, Kamis (15/10/2026). Penutupan program periode 2024–2026 ini menjadi momentum untuk menyampaikan capaian, pembelajaran, dan rekomendasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendorong keberlanjutan pengelolaan kawasan gambut di Ketapang.
Kolaborasi Lintas Sektor selama Dua Tahun
Repalianto menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu inisiatif penting yang mendukung pengelolaan dan restorasi kawasan gambut melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, dan masyarakat selama dua tahun terakhir.
Berakhirnya Program Bukan Akhir Kerja Sama
Meski program resmi ditutup, Sekda Repalianto menegaskan bahwa semangat kolaborasi harus terus dijaga. Capaian dan rekomendasi yang dihasilkan selama program berlangsung harus ditindaklanjuti agar memberikan manfaat jangka panjang.
“Berakhirnya program pada 2026 bukan berarti berakhir pula kerja sama yang telah dibangun. Sebaliknya, capaian dan rekomendasi yang dihasilkan harus ditindaklanjuti agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Repalianto.
Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan hasil program dan mengidentifikasi peluang kerja sama ke depan. Sekda juga mengajak seluruh pihak menjaga semangat kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi generasi sekarang maupun mendatang.