
Kabupaten Ketapang mencatatkan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan BMKG pada 25 Juli 2026 — sebanyak 216 titik. Meski demikian, operasional Bandara Rahadi Oesman Ketapang hingga Minggu (26/7/2026) sore dipastikan tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Kondisi Masih Kondusif
Pantauan di Bandara Rahadi Oesman sekitar pukul 16.00 WIB menunjukkan cuaca cerah dengan jarak pandang yang baik. Tidak ada kabut asap yang terdeteksi di sekitar kawasan bandara. Seluruh jadwal penerbangan berjalan sesuai rencana tanpa penundaan maupun pembatalan.
Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara Rahadi Oesman, Donny Suryana Harris, menegaskan bahwa karhutla belum memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan.
“Operasional penerbangan masih berjalan normal. Belum ada dampak yang diakibatkan karhutla. Jarak pandang masih normal dan tidak ada penundaan maupun pembatalan penerbangan akibat kabut asap,” ujar Donny.
Koordinasi Intensif sebagai Langkah Antisipasi
Meski kondisi masih aman, pihak bandara tidak mengendurkan kewaspadaan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Satuan Tugas Karhutla untuk memastikan titik-titik rawan kebakaran mendapat penanganan sejak dini.
“Kami terus berkoordinasi agar titik rawan yang berpotensi mengurangi jarak pandang di sekitar bandara mendapat perhatian khusus dan dilakukan mitigasi sejak dini,” tambah Donny.
Langkah antisipasi ini dinilai penting mengingat posisi Ketapang sebagai wilayah dengan hotspot terbanyak di Kalbar. Dari 216 titik panas yang terdeteksi, 208 berada pada tingkat kepercayaan menengah, tujuh pada tingkat rendah, dan satu pada tingkat kepercayaan tinggi.
Bagi pelaku bisnis dan masyarakat yang mengandalkan konektivitas udara, kondisi ini menjadi sinyal untuk terus memantau perkembangan situasi karhutla di Ketapang dalam beberapa pekan ke depan, terutama menjelang puncak musim kemarau.
Baca juga:
Fly Jaya Resmi Buka Rute Langsung Ketapang–Jakarta, Tiket Mulai Rp1,9 Juta