
Akses transportasi udara menuju Kabupaten Ketapang semakin terbuka dengan hadirnya penerbangan langsung Jakarta–Ketapang yang dilayani maskapai Fly Jaya. Penerbangan perdana rute Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandara Rahadi Oesman Ketapang tiba dengan selamat pada Senin (22/6/2026) pagi.
Pesawat jenis ATR milik Fly Jaya mendarat mulus setelah perjalanan udara selama 1 jam 40 menit. Kedatangan pesawat disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang, Forkopimda, serta sejumlah pelaku usaha.
Disambut Prosesi Adat Tepung Tawar
Dalam penerbangan perdana tersebut turut hadir Komisaris PT Fly Jaya Adi Ikmal bersama sejumlah direksi dan penumpang umum. Kedatangan rombongan disambut prosesi adat tepung tawar sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan resmi dari masyarakat Ketapang.
Pemerintah Kabupaten Ketapang yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Syamsul Islami, menyampaikan apresiasi atas dibukanya rute baru tersebut.
“Kehadiran Fly Jaya akan memperkuat konektivitas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat,” katanya.
Tiga Kali Sepekan, Target Harian Mulai Juli 2026
Untuk tahap awal, Fly Jaya melayani penerbangan langsung Jakarta–Ketapang dan sebaliknya sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Maskapai tersebut menargetkan peningkatan frekuensi penerbangan menjadi setiap hari mulai Juli 2026 seiring meningkatnya permintaan penumpang.
Rute Halim Perdanakusuma (HLP)–Rahadi Oesman Ketapang (KTG) mulai beroperasi pada 22 Juni 2026 dengan harga tiket mulai Rp1,9 juta. Fly Jaya juga menawarkan fasilitas bagasi gratis hingga 10 kilogram bagi penumpang pada rute tersebut.
Alternatif Perjalanan Tanpa Transit
Pembukaan rute Ketapang menjadi salah satu langkah Fly Jaya dalam memperluas jaringan penerbangan domestik, sekaligus memperingati satu tahun beroperasinya maskapai tersebut di industri penerbangan nasional.
Dengan adanya penerbangan langsung dari Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma, masyarakat Ketapang kini memiliki alternatif perjalanan udara yang lebih cepat dan efisien tanpa harus transit melalui kota lain.
Baca juga:
Imigrasi Ketapang Perkuat Pengawasan WNA, Gencarkan Sosialisasi APOA ke Perusahaan dan Hotel