
Komitmen Cargill OneKal dalam membangun komunitas berkelanjutan di Kabupaten Ketapang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kemitraan strategis yang melibatkan tiga organisasi mitra. Ketiganya adalah Save the Children Indonesia, Perkumpulan Ulin, dan Krealogi.
Program ini dinilai sejalan dengan RPJMD Ketapang 2025–2029 dan kerangka keberlanjutan global Cargill. Hingga kini, program telah menjangkau lebih dari 2.500 penerima manfaat langsung dan 30.000 penerima tidak langsung. Cakupannya meliputi 25 desa dari lima kecamatan, yakni Manis Mata, Air Upas, Marau, Jelai Hulu, dan Kendawangan.
Sinergi Swasta dan Pemerintah Daerah
Kepala Bappeda Kabupaten Ketapang, Harto, mengapresiasi sinergi yang tercipta antara sektor swasta dan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi ini mendorong pembangunan yang terukur dan tepat sasaran.
“Keselarasan kontribusi Cargill dengan RPJMD Ketapang 2025–2029 adalah bukti bahwa sektor swasta dapat menjadi akselerator pembangunan yang sangat efektif ketika direncanakan bersama pemerintah daerah,” ujar Harto, Selasa (7/7/2026).
Selain itu, koordinasi intensif telah dilakukan bersama berbagai dinas. Di antaranya Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kesehatan, Koperasi dan UKM, Pariwisata dan Kebudayaan, Pendidikan, Lingkungan Hidup, serta PU dan Tata Ruang. Dengan demikian, setiap program dapat berjalan secara terukur dan tepat sasaran.
Save the Children: Air Bersih dan Pemberdayaan Pemuda
Melalui Program RESILIENCE fase 2, Save the Children menggandeng Cargill membangun infrastruktur air bersih dan sanitasi. Saat ini, sembilan titik pengeboran air sedang diproses. Selain itu, 120 paket material kloset dan septic tank telah didistribusikan ke lima desa untuk mendukung komunitas bebas Buang Air Besar Sembarangan (ODF).
Di bidang pemberdayaan pemuda, 121 orang muda usia 18–28 tahun telah menerima pelatihan kecakapan hidup, literasi keuangan, dan kewirausahaan. Pelatihan serupa akan menyasar tiga SMK pada Juli 2026. Sementara itu, tiga Youth Center kini aktif beroperasi. Ketiganya didukung platform digital Siap Kerja Ketapang yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan lokal.
Sebanyak 23 Kelompok Simpan Pinjam Berbasis Komunitas (VSLA) diikuti 400 orang. Dari jumlah tersebut, 82 persen di antaranya adalah perempuan. Kelompok-kelompok ini telah mengumpulkan simpanan Rp233,9 juta dan menyalurkan pinjaman Rp79 juta. Bahkan, enam kelompok telah membentuk usaha hortikultura untuk meningkatkan pendapatan.
Perkumpulan Ulin: Lingkungan dan Ketahanan Pangan
Perkumpulan Ulin bersama Cargill menggelar pelatihan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pelatihan ini diikuti 80 peserta dari 26 desa. Selain itu, tiga paket alat pemadam turut didistribusikan kepada peserta.
Pada peringatan Hari Bumi 2026, komunitas menanam 1.000 bibit sengon, jabon, dan trembesi. Langkah ini merupakan kontribusi nyata untuk penghijauan dan penyerapan karbon.
Di sektor ketahanan pangan, program agroforestri kopi dijalankan bersama 14 petani. Materi yang diajarkan meliputi sekolah lapang Budidaya Pertanian yang Baik (GAP), teknik panen, dan pengolahan pascapanen. Oleh karena itu, Ulin juga akan menggelar sekolah lapang pertanian padi di Kecamatan Kendawangan dan Jelai Hulu.
Studi banding ke Bantul dan Banyumas pun melahirkan konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Konsep ini kini memasuki fase pilot bank sampah di Desa Manis Mata, Ratu Elok, dan Air Upas.
Krealogi: Penganyam Perempuan Tembus Pasar Luar Daerah
Lewat kemitraan dengan Krealogi, Cargill mendukung 90 penganyam di delapan desa dari empat kecamatan. Mayoritas peserta adalah perempuan. Program ini mencakup pelatihan manajemen usaha, inovasi produk, dan pengembangan akses pasar.
Sebanyak 57 peserta telah menyelesaikan pelatihan. Rata-rata kepuasan peserta mencapai 8,5 dari 10 dengan peningkatan pengetahuan 35 persen. Selain itu, inovasi produk melahirkan desain baru seperti sarung possel, kotak perhiasan, tatakan, dan sarung gelas.
Dengan demikian, strategi pemasaran yang lebih luas membuka peluang bagi penganyam Ketapang untuk mengakses pasar di luar daerah. Hal ini menciptakan sumber penghasilan baru yang berkelanjutan bagi perempuan-perempuan desa di Kabupaten Ketapang.
Baca juga:
PSBM Desa Mensubang Jadi Panggung UMKM Lokal, Wabup Dorong Jadi Agenda Rutin Tahunan