
Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, resmi ditutup pada Sabtu (4/7/2026). Selain meriah secara budaya, gelaran ini juga menjadi ajang strategis bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.
Sejumlah stan pameran yang menampilkan produk kerajinan, kuliner, dan berbagai potensi lokal turut meramaikan kawasan PSBM. Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, bahkan menyempatkan diri mengunjungi langsung stan-stan tersebut usai prosesi penutupan, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan.
Menurut Wabup, kegiatan seperti PSBM memiliki nilai strategis. Tidak hanya dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Saya berharap ke depan tidak hanya Kecamatan Nanga Tayap, tetapi kecamatan lainnya juga menggelar kegiatan seperti ini. PSBM menjadi role model bagi tumbuh dan berkembangnya khazanah budaya Melayu sekaligus membuka ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang,” ujarnya.
Kepala Desa Mensubang, Ria Andriawan, menilai PSBM sebagai titik awal untuk memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam membangun potensi lokal yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum membangun kebanggaan daerah yang berdampak nyata bagi perekonomian warga.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi sinyal positif. Oleh karena itu, event budaya berbasis kearifan lokal dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai penggerak ekonomi desa. Kehadiran ribuan pengunjung pun membuka peluang perputaran ekonomi yang signifikan bagi UMKM yang terlibat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung kegiatan serupa di kecamatan lain. Dengan demikian, PSBM Desa Mensubang diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang semakin berdampak luas bagi masyarakat Ketapang.
Baca juga:
Meski Listrik Padam Bergilir, Bandara Rahadi Oesman Ketapang Tetap Beroperasi Normal