
PONTIANAK — Tinju profesional di Kalimantan Barat berpeluang kembali berkembang setelah sekitar empat tahun tanpa kepengurusan. Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menyatakan kesiapannya untuk memimpin Komite Tinju Indonesia (KTI) Kalbar untuk periode empat tahun ke depan.
Kesiapan tersebut disampaikan setelah Satarudin mendapat tawaran langsung dari mantan petinju nasional sekaligus pelatih tinju profesional, Damianus Yordan, saat keduanya menghadiri pertandingan Polytron Badminton Internasional di Pontianak, Minggu (30/8/2026).
Dorong Pembinaan Petinju Profesional
Damianus yang juga menjabat Kabid Binpres KONI Kalbar mengatakan, pembicaraan mengenai kepemimpinan KTI Kalbar sebelumnya telah dilakukan melalui sambungan telepon. Namun, kesempatan bertemu langsung dimanfaatkan untuk membahas kondisi organisasi tersebut.
Menurut Damianus, kekosongan kepengurusan perlu segera diakhiri agar pembinaan tinju profesional di Kalbar dapat kembali berjalan.
Satarudin menyambut tawaran tersebut dan mengaku siap berkolaborasi dengan Damianus Yordan serta para pelaku tinju lainnya. Ia mengakui belum sepenuhnya memahami aturan dan teknis tinju profesional, tetapi menilai hal tersebut dapat dipelajari bersama para insan tinju yang telah berpengalaman.
Target Lahirkan Petinju Baru
Satarudin mengatakan kepengurusan baru nantinya tidak hanya berfokus pada organisasi, tetapi juga pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan petinju profesional baru dari Kalimantan Barat.
Program tersebut diharapkan dapat dibangun melalui kolaborasi dengan insan tinju, pemerintah, serta pihak swasta. Ia juga melihat keberadaan Daud Yordan Promotion sebagai salah satu potensi yang dapat memperkuat ekosistem tinju profesional di Kalbar.
Dengan kembali terbentuknya kepengurusan KTI Kalbar dan dukungan dari berbagai pihak, pembinaan tinju profesional diharapkan dapat kembali berjalan dan membuka peluang bagi munculnya generasi petinju baru dari Kalimantan Barat.
Baca juga:
Turnamen Voli Usia Dini Sandai Ditutup, PBVSI Ketapang Bidik Bibit Atlet untuk Kejurda 2027